Telemeter : Sejarah Antara Televisi Dan Film

Apakah anda mengenal tv berlangganan yang sering dipakai di rumah atau streaming online seperti Netflix? Semua produk itu yang memanjakan anda untuk menonton televisi atau film di rumah anda....

Apakah anda mengenal tv berlangganan yang sering dipakai di rumah atau streaming online seperti Netflix? Semua produk itu yang memanjakan anda untuk menonton televisi atau film di rumah anda. Tapi apakah anda tau Telemeter? Telemeter adalah televisi berlangganan yang eksis pada tahun 1953 – 1967 di Amerika. Alat ini fungsinya seperti mesin koin yang dihubungkan ke televisi. Ketika jumlah koin cukup untuk harga film, sinyal akan mengirim langsung ke tv, film pilihan anda.

Telemeter 1957

Semenjak ditemukannya Televisi, dunia film terutama Hollywood dengan salurannya (distributor dan bioskop) pada saat itu terkena banyak dampak. Karna itu Hollywood tidak akan membiarkan dirinya dirugikan oleh lawannya. Sejak munculnya televisi, Hollywood tidak henti-hentinya mencari cara untuk terus hidup. Kala itu film berwarna tidak lagi mempunyai arti, karena pemberian warna pada film sudah ditemukan jauh sebelum televisi. Pengusaha bioskop yang merasa senasib tidak mau ketinggalan dan mengeluarkan drive-in theater (menonton dalam mobil). Cara ini hanya dapat dilakukan pada musim tertentu saja, dan tidak bertahan lama, daya tariknya pun luntur. Begitu juga Widescreen (Cinema Scope, Vista Vasion) hanya sekedar memberi nafas pada dunia film di masa itu.

Namun pengusaha film tidak mau kalah, dan tidak mengenal patah semangat. lima tahun lebih Hollywood mengadakan penyelidikan diam-diam yang memakan biaya jutaan dolar untuk menemukan proyek baru. Cara yang baru mempertunjukan film pada publik ini menggunakan alat dari saingannya yaitu televisi dan cara baru itu adalah tele-casting. Tidak hanya satu dua orang atau organisasi yang mempelopori penemuan sistem ini yang sampai sekarang diketahui ada dua, Telemeter dari Paramount dan yang lain Tele-Movies.

Saat itu timbul banyak pertanyaan seperti, apakah telemeter itu dan bagaimana cara tele-casting itu? Pada dasarnya sistem ini mempertunjukan film menggunakan televisi. Dengan menambahkan alat pada televisi yang disambungkan oleh kabel, dan kita dapat menonton film dari alat itu. Mengapa tidak diserahkan saja film itu kepada studio televisi? Dengan begitu tidak perlu adanya alat seperti Telemeter. Memang ini lah cara yang paling mudah, tetapi dengan begitu sama saja menyuruh gulung tikar untuk industri perfilman dunia. Harga sewa satu film untuk televisi mungkin sama dengan biaya sewa film untuk satu gedung bioskop. Pendapatan ini akan jauh lebih untuk menutup ongkos pembuatan film, dan semua gedung bioskop tentu tidak perlu buka lagi.

Maka dari itu telemeter lah yang memungkinkan pembatasan, bahwa hanya yang berlangganan Telemeter yang bisa menonton siaran film-film pilihan. Telemeter adalah bagian cabang dari Paramount Picture, sedangkan alat-alat perlengkapan dibuat oleh Hallamore Electronics Co, di California.

Untuk dapat menangkap siaran Telemeter, kita harus memasukan sejumlah uang kedalam kotak Telemeter dan bisa menikmati siaran film-film di dalamnya. Siaran Telemeter sama sekali tidak mengganggu siaran biasa yang ada dalam televisi, jadi fungsinya menjadi hiburan tambahan dalam televisi, sama seperti televisi berlangganan yang kita kenal sekarang.

Mungkin Telemeter yang menginspirasi televisi kabel dan streaming online berbayar sekarang. Mungkin juga Telemeter yang membatasi film terhadap televisi, sehingga perindustrian film tidak hancur dan tetap berada pada kelasnya.

REFRENSI

Star News, Oleh J. Sutikno, Telemeter Pertundjukan Film Jang Disalurkan 1957.

Comments

comments

Categories
#Tulisan
Caesar Damara

yuk check janisproject.com :D

RELATED BY