#Talk: Berbincang Dengan Heals Sehabis Tour Java Bali

Bali, Denpasar. Pada senin malam, akhir long weekend, Heals band asal Bandung mengakhiri tour Java Bali di Denpasar, tepanya di café Two Fat Monks. Mereka mempromosikan album barunya yang...

Bali, Denpasar. Pada senin malam, akhir long weekend, Heals band asal Bandung mengakhiri tour Java Bali di Denpasar, tepanya di café Two Fat Monks. Mereka mempromosikan album barunya yang bertajuk Spectrum. Heals tidak sendirian bermain di Denpasar mereka di temani oleh Zat Kimia, band Rock Psychedelic asal Bali. Kombinasi yang pas untuk mengakhiri long weekend di Bali.

Pada kesempatan kali ini geegoenews berhasil mengajak berbincang sedikit tentang Heals bersama personilnya yang ingin berlibur di Bali beberapa hari setelah tour Java Bali. Mereka sangat santai dan senang bercanda.

Heals photo by Yuriza Amanda

 

Apasih arti nama band kalian?

Hahaha, Heals, artinya “menyembuhkan” terus analoginya gak ada, filosofinya juga gak ada. Waktu itu bikin group di Line namanya “Satanic” saat band sudah terbentuk dan belum punya nama. Eh baru keinget kalo kita belom punya nama band, padahal minggu depan kita manggung, akhirnya harus ada nama band kan. Saat malam itu juga kami tentukan namanya “Heals”. Pada saat itu juga kita juga sedang mendengarkan lagu-lagu yang psychedelic dan ambient yang healing, ya mangkanya mungkin jadi Heals.

 

Kan kemarin baru keluar album baru, bisa diceritaiin gak album yang ini tuh bercerita tentang apa?

Hmm, menceritakan kegelisahaan kami berlima tentang cerita fantasi-fantasi dan sosial, tetapi kami bikin blur atau surealis dan kami buat fantasi aja.  Di album ini liriknya sih lebih ke abstrak, jadi kami lebih pertimbangkan dimana saat suatu kata pasnya dipakai pada nada tertentu, seperti itu.

 

Kalau agama di KTP kalian diganti dengan musisi atau nama band favorit, apa yang kalian isi di KTP kalian?

Hmm, mungkin Nirvana hahaha. Bisa Toromargen, Haruka JKT 48, Timlo, Static Lullaby

 

Rencananya kedepannya ada keinginan membuat lirik berbahasa Indonesia?

Ada sih, tapi kita pengennya tidak explore di bahasa Indonesia saja, mungkin sampai bahasa lain, intinya sih berkarya aja mau liriknya apapun. Untuk pertimbangan bahasa Indonesia cukup lebih sulit karna harus mengena sama pendengar, mungkin bahasa Inggris lebih enak karna ada beberapa kalimat yang nyeleneh tapi enak dinyanyikan tetapi tidak enak diartikan kedalam bahasa Indonesia. Contoh ada lirik gini “my baby is taking a shit, in my bathroom” kalo di artikan ke bahasa Indonesia “pacarku BAB di kamar ku” kan jadi gak enak.

 

Jika seandainya genre band kalian bukan shoegaze, genre apa yang akan kalian mainkan?

Mungkin, math rock, yang lebih keras dibanding Toe, bisa juga progresif metal, bisa juga rock, dan chill hop.

Kalau album ini kira-kira nanti dijadiin soundtrack film, kira-kira genre film seperti apa yang cocok di isi sountracknya sama album Heals yang baru ini?

Drama action gore hahahaha bisa juga Ghibli yang animasi gtu. Hahaha

 

Kalau seandainya kalian gak ngeband kayak sekarang, profesi apa yang kalian geluti atau jalani selain ngeband?

Director film hahahaha mungkin juga Sniper di Kopasus, mungkin jadi fashion designer hahahaha.

 

Ada gak sih pertanyaan yang kalian tunggu tapi gak pernah ditanyakan ke kalian?

Hahaha, banyak, pertanyaannya kapan bisa beli kuda di Antapani? Pertanyaan ini sampai jadi perdebatan, gak boleh beli kuda menyiksa hewan lah apa segala macam hahaha, intinya saya ingin beli kuda di Antapani hahaha.

 

Comments

comments

Categories
#Talk
Caesar Damara

yuk check janisproject.com :D

RELATED BY