MANAKARTALA : Temukan Warna Aslimu Bersama Art Week 2017

Rasakan indahnya menari dalam cahaya!

Tangerang, 4 Juni 2017 – Dengan tujuan untuk mewadahi potensi seni generasi muda, Student Board S1 Universitas Prasetiya Mulya kembali mengadakan acara Art Week untuk kedua kalinya.

 

Tahun ini, Art Week 2017 mengangkat tema MANAKARTALA, diambil dari bahasa Sanskerta,  yang berarti “dimanakah cahaya?”. Melalui tema tersebut, Art Week 2017 mengajak para peserta dan pengunjung untuk mencari tahu jawaban dari pertanyaan tersebut dengan mengikuti seluruh rangkaian acara Art Week 2017.

 

Art Week 2017 terdiri atas 2 rangkaian acara yaitu, workshop yang diadakan mulai dari tanggal 22 – 26 Mei 2017 di Universitas Prasetiya Mulya dan exhibition pada tanggal 1 – 4 Juni 2017 di Breeze Art Space, BSD City.

 

Tertarik untuk menggali dan mengembangkan potensi seni yang kamu miliki?

Art Week 2017 berhasil menyelenggarakan workshop pada tanggal 22 – 26 Mei 2017 di Universitas Prasetiya Mulya sebagai pengantar ke puncak acara yaitu, exhibition. Workshop yang diadakan selama 4 hari ini memiliki tema yang berbeda setiap harinya. Terdapat 5 jenis workshop yang dipilih dan disesuaikan dengan trend, antara lain seamless pattern drawing by Diela Maharanie, flower box arranging by Pola Studio, coffee and latte art by Coarse and Fine, music producing (ableton apps) by Double Deer Music, dan 3D Pen by Eliketronics. Nampak jelas antusiasme para peserta terhadap berbagai workshop yang digelar.

 

Opening Night Art Week 2017

 

Satriya Gurnitha, Takun Arrosid, Lingga Dwiani, Gianni Fajri dan Keenan Pearce menghadiri opening night Art Week

Art Week 2017 tiba pada penghujung acaranya yaitu, exhibition yang mengangkat tema Manakartala dan memiliki arti “Dimanakah cahaya?”. Acara exhibition diadakan selama 4 hari dari tanggal 1-4 Juni 2017 dan berlokasi di Breeze Art Space, BSD City. Pada tanggal 1 Juni 2017, resminya pembukaan exhibition ditandai dengan diselenggarakannya acara opening night. Acara dimulai pada pukul 7 malam dan terdiri dari beberapa rangkaian acara, yaitu press conference, light meals, touring art exhibition, pemberian apresiasi kepada artwork terbaik setiap kategorinya, dan ditutup dengan performances dari Mantra Vutura, Artificial music, dan Arick Ahong.

 

Bapak Farel S.V. Sinaga selaku Manajer Kemahasiswaan Universitas Prasetiya Mulya, M. Ari Ramadhan selaku ketua Student Board 2016/2017, dan Emily Tania Nugroho selaku Ketua pelaksana Art Week 2017 menyampaikan berbagai informasi seputar acara dalam press conference. Opening night dihadiri oleh tamu VIP yaitu, sponsor, media partner, artist/pengumpul karya, serta public figure. Kallula Harsynta Esterlita, Satriya Gurnitha, Takun Arrosid, Keenan Pearce, Gianni Fajri,  Dipha Barus, Olive Leanartha (Miss Indonesia 2016 – Kalimantan Barat), Bill Satya, Agatha Priscilla, dan Ben Sihombing nampak menghadiri dan menikmati acara opening night.

 

Rasakan indahnya menari dalam cahaya!

Pada tanggal 2 – 4 Juni 2017, exhibition dibuka untuk umum dimulai dari pukul 11 pagi hingga 10 malam. Selama 4 hari berlangsung, Art Week 2017 berhasil menarik 3.372 pengunjung. Setiap harinya, pengunjung yang berdatangan semakin banyak dan memenuhi art space. Mulai dari anak kecil, remaja, pasangan, hingga keluarga berdatangan menghadiri dan berfoto di exhibition. Mulai dari pintu masuk hingga setiap sudut ruangan menjadi spot foto para pengunjung. Beberapa spot foto yang menjadi favorit para pengunjung antara lain geomatrical lamp, kanakanakan, dan rubik aksara. Selain untuk berfoto, para pengunjung dapat meluapkan seluruh isi hatinya dengan menulis pada rubik aksara. Pose yang unik dan menarik diperagakan oleh setiap pengunjung ketika akan berfoto.

 

Melirik hasil karya anak bangsa

Di dalam exhibition, ditampilkan 30 karya ciptaan anak bangsa yang didapat dari hasil submission. Hasil karya tersebut telah melalui proses seleksi para juri antara lain, Bill Satya photographer) yang menilai seluruh hasil fotografi, Satriya Gurnitha (founder dari maika collective) yang menilai digital art, Dika Toolkit (illustrator) menilai painting, dan terakhir Benny Wicaksono (curator dari Jakarta Biennale) menilai installation. Kurang lebih 30 karya yang berhasil lolos merupakan ciptaan berbagai seniman yang berasal dari UMN, Binus, IKJ, UPH,  ITB, UNJ, Lassale College of Singapore, Jakarta Institute of Art, Sprigfield School, Esmod, Bunda Mulia, Universitas Prasetiya Mulya dan Design Reggy & Co. Selain berbagai karya yang telah dijabarkan, Art Week 2017 juga melakukan kolaborasi dengan beberapa seniman. Salah satunya, yaitu Liko Sukhoy dan Stevina Peni berupa instalasi yang berupa ruang warna warni glow in the dark dengan nama Kanakanakan. Kedua, instalasi dari Double deer  berupa Double Deer Tothem dan roadlight lighting. Kemudian, Tiga mural oleh Kultusan Art Agency antara lain, Untitled oleh Eugenia Ervi, Solar System oleh Carlo Nerwan dan sebuah lukisan  bernama Savior oleh M.S. Alwi. Selain itu, Art Week 2017 juga melakukan kolaborasi instalasi dengan Alfonsus Andika Pratama dan 3D Pen oleh Eliketronics. Terakhir, Art Week 2017 berkolaborasi dengan Geraldo Solihin berupa artwork photography. Seluruh installasi visual art yang ada didukung oleh proyektor dari Epson Indonesia.

 

Karya terbaik dari setiap kategori:

 

Best Illustration

Title     : Education Enlightment

Artist   : Jip Hana Ramadhani

 

Best Installation

Title     : Sit Tight

Artist   : Michael Kalintra

 

Best Painting

Title     : Noises – They told me to bleed

Artist   : Paskalia Prameswari Wardhani

 

Best Photography

Title     : Burning Passion

Artist   : Krishna Putera Djakaria

 

Comments

comments

Categories
EventKultur
ash jay

sunrise dan sunset di sudut kavling

RELATED BY