Membalas Tuntas Rindu ala Eka Kurniawan

Menceritakan bagaimana kehidupan masyarakat sub-urban yang paradoks, menjadikan atmosfer komedi dan romansa yang dirasakan pembaca tidak terasa palsu. Gaya bahasa yang lugas bahkan cenderung kasar, anehnya, tidak menjadikannya risih untuk dinikmati.

Yang terburuk dari itu baru datang kemudian. Setelah selesai mengenakan celana mereka, kedua polisi menoleh ke arah Ajo Kawir. Si Pemilik Luka tiba-tiba menyeringai ke arahnya dan bertanya, “Kamu mau coba?”

Lugas dan berani, begitulah Eka Kurniawan membawa pembaca novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas­ ke dalam lautan imajinasi. Terbit pertama kali di tahun 2014 hingga mencapai cetakan  keempat pada tahun 2016, novel ini berawal mengenai dua anak kecil bernama Ajo Kawir dan Si Tokek yang menyergap dua polisi tengah memperkosa seorang perempuan gila.

Bermula dari kejadian tersebut, perjalanan panjang ditempuh untuk membangunkan seekor burung yang terlelap; demi maskulinitas. Kepindahannya ke Jakarta melahirkan babak baru, pula ditemani Si Tokek yang setia mendampingi lika-liku kehidupan Ajo Kawir yang menjadi brutal setelah tragedi tersebut.

 

 

Menceritakan bagaimana kehidupan masyarakat sub-urban yang paradoks, menjadikan atmosfer komedi dan romansa yang dirasakan pembaca tidak terasa palsu. Gaya bahasa yang cenderung kasar, anehnya, tidak menjadikannya risih untuk dinikmati. Tanpa mengenal kata sensor, pun novel ini disajikan dengan sudut pandang orang ketiga serta menghantarkan pembaca dengan alur maju-mundurnya.

Meskipun demikian, tidak sulit untuk mengikuti jalan cerita yang dirancang Eka. Sedikit-sedikit aksi, kemudian berkomedi ria, setelahnya memberikan celotehan segar para tokoh dalam cerita yang sukses melarutkan pembaca hingga akhir. Dengan plot twist sedemikian rupa disana-sini, Eka menarasikan kisah Ajo Kawir tanpa berlebihan. Toh, seperti halnya kehidupan nyata dengan ragam kejutannya yang tak terhindarkan.

Comments

comments

Categories
#Telisik#Tulisan
A. Wuryandari

Pemudi lokal pemerhati side-stream. Sedikit ini, sedikit itu.

RELATED BY