Mengkorelasi Antara Hikayat Genji dan Panji

The Saga of Genji & Panji adalah sebuah judul lukisan karya Eddy Susanto, dia adalah seorang seniman kelahiran Jakarta yang menghabiskan masa kecilnya di Pekalongan dan pernah merancang poster film...

The Saga of Genji & Panji adalah sebuah judul lukisan karya Eddy Susanto, dia adalah seorang seniman kelahiran Jakarta yang menghabiskan masa kecilnya di Pekalongan dan pernah merancang poster film karya Garin Nugroho yang berjudul Puisi Takterkuburkan. Eddy juga merancang poster untuk menyambut Seabad Pers Kebangsaan (1907-2007).

The Saga of Genji & Panji membahas dua kisah sastra klasik Jepang dan Jawa. Kisah Genji ditulis oleh Murasaki Shikibu dengan judul The Tale of Genji. Cerita hikayat genji berlatar belakang pada akhir abad ke-9 sampai dengan awal abad ke-10, dan Murasaki menghapus dongeng dan fantasi di dalamnya tidak seperti monogatari (legenda) sebelumnya. Murasaki sukses dengan mengangkat tema kerapuhan hidup dalam novelnya.

Menurut Helen McCulough seorang penerjemah yang terkenal karna menerjemahkan The Tale of the Heikekarya Murasaki punya daya tarik universal, dan berpendapat bahwa hikayat Genji bisa melampaui zaman dan genre. Dengan tema dasar dan latar cinta di istana Heian, dan asumsi budaya berasal dari pertengahan zaman Heian. Dengan kegeniusan Murasaki dia mampu membuat karyanya disenangi banyak orang dan menjadi pernyataan kuat antar hubangan manusia, kemustahilan, kebahagiaan abadi didalam cinta, dan yang paling terpenting adalah didalam dunia itu penuh kesengsaraan, kepekaan terhadap persaan orang lain. Pangeran Genji mengakui bahwa dari dalam diri setiap perempuan terdapat kecantikan dan kerapuhan hidup.

Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, dan pernah memegang peranan menojol dalam sejarah politik dan intelektual di Asia Tenggara selama masa yang panjang. Jawa adalah pusatnya, hampir semua bangsa besar di dunia diwarisi oleh Jawa. Warisan sastra tulis kita peroleh dari berkembangnya agama Hindu dan Buddha pada abad ke-7 -14M. Pada masa yang mendatang muncul penyampaian baru yang disebut ‘kidung’, yaitu karangan naratif yang disampaikan melalui puisi. Bedanya puisi dalam kidung tidak didasari dari puitika sansekerta, tetapi ciptaan lokal genius pada abad ke-14M. Cerita bukan lagi berasal dari epos-epos india, melainkan sejarah lokal dengan tokoh-tokoh lokal.

Pada akhir kekuasaan majapahit, setelah kidung muncul sebagai genre sastra dan biasa menceritakan tentang para kesatria yang gugur di medan perang secara tragis. Muncul siklus hikayat Panji yang dicampur epos kisah petualangan dan percintaan. Tokoh dalam cerita panji bukanlah tokoh-tokoh dalam mitos sejarah lokal, melainkan hasil imajinasi sipengarang, namun merujuk pada tokoh sejarah. Meskipun sudah dirubah menjadi karya imaginatif namun masih tampak latar belakang kisahnya adalah situasi krisis kerajaan majapahin menjelang keruntuhannya.

The Saga of Genji & Panji karya rupa yang terinspirasi dari dua kisah Genji dan Panji, antara sastra Jepang dan Jawa menceritakan kisah tentang hidup, perjuangan dan drama percintaan. Seperti dalam lukisannya terlihat perpaduan antara gaya Japanese pada zaman edo dan literatur Jawa menghiasi typography pada lukisan The Saga of Genji & Panji. Karya ini mencoba mengkorelasi antara hikayat Genji di Jepang dan Panji di Jawa. Keduanya merupakan karya sastra besar di jamannya yang menjadi tonggak sejarah sastra di asia tenggara.

Comments

comments

Categories
Kultur
Caesar Damara

yuk check janisproject.com :D

RELATED BY