Opus Contra Naturam : Sisi Humanisme Gaung lewat Instrumen Progressive Rock

Konsep yang disajikan Gaung pada Opus Contra Naturam ini bisa dibilang sangat blurry dan mengandung pesan tersirat yang berakar dari masalah peperangan, humanisme dan perlawanan terhadap tirani, fasisme dan imperialisme.

Sebuah karya seni yang baik adalah karya seni yang turut aktif dalam penyampaian pesan positif, dukungan, entah apapun itu medianya. Inilah yang mungkin dicoba Gaung, Band beraliran progressive rock yang kental dengan rasa psikedelia era 70-an ini mencoba menyampaikan pesan humanisme pada album perdananya bertajuk Opus Contra Naturam, yang berarti pekerjaan melawan alam. Album ini dirilis pada Juli 2017 oleh label asal kota Bandung yaitu Orange Cliff Records.

Band yang beranggotakan Ramaputratantra dan Rendy Pandita ini sebelumnya telah melepas single berjudul “Killing With Virtue” dan “Global Problem Listening Class” yang mana menjadi sebuah media eksplorasi karakteristik sound, filosofi dan tata artistik pada debut albumnya kali ini. Album Opus Contra Naturam ini berisi sembilan lagu yang semuanya berirama instrumental dan hanya sedikit mengkolase suara-suara vokal, lagu-lagu yang mereka ciptakan ini berasal dari interpretasi mereka pada sebuah karya puisi, wawancara jurnalistik, dan isu sosio-politik. Konsep yang disajikan Gaung pada Opus Contra Naturam ini bisa dibilang sangat blurry dan mengandung pesan tersirat yang berakar dari masalah peperangan, humanisme, perlawanan terhadap tirani, fasisme dan imperialisme.

orange cliff records

Opus Contra Naturam cover art by Dann K Miller

Suara musik yang berirama cepat dan banyaknya distorsi efek dari instrumen musik mereka ini akan menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi para pendengar, ditambah lagi musik yang voiceless di semua lagunya yang seakan membawa imaji kita ke tahap eksploratif yang mungkin Gaung telah persiapkan dengan matang sebelumnya. Sebagai contoh, lagu pada track terakhir berjudul Evidence Of Extraordinary Bliss yang berdurasi 15 menit ini berisi wawancara jurnalis CNN Indonesia dengan seorang jurnalis asal Filipina bernama Marconi Navales yang menjadi tahanan konflik agama di Filipina, serta kesaksiannya atas pembunuhan 37 jurnalis pada konflik radikal agama di Filipina Selatan. Pada lagu ini mungkin saja Gaung bersuara, menentang kaum radikal yang akhir-akhir ini banyak menyuarakan perbedaan dan menebar kebencian di seantero dunia lewat instrumen progressive rock berdurasi 15 menit itu.

Semua lagu ditulis oleh Ramaputratantra, artwork album dibuat sangat akurat oleh seorang seniman kolase Dann K Miller dan layout album oleh Kendra Ahimsa atau yang lebih dikenal dengan nama Ardneks. Gaung yang sempat vakum pada 2014 lalu diharapkan dapat comeback melalui album ini dan kembali meramaikan scene lokal Indonesia.

Full album Opus Contra Naturam by Gaung :

Photo by : Orange Cliff Records

 

Comments

comments

Categories
GigsReview
Kevin Perdana

graphic designer / Co-Founder of Geegoe.com

RELATED BY