Kabar Duka, Bengkel Deklamasi Akan Digusur

Buku adalah barang yang sederhana dan banyak mengandung manfaat, tetapi peran buku di bangsa ini semakin menurun dikarnakan era digital melandai global. Dengan kurangnya bangsa ini untuk membaca buku,...
Bengkel Deklamasi

Buku adalah barang yang sederhana dan banyak mengandung manfaat, tetapi peran buku di bangsa ini semakin menurun dikarnakan era digital melandai global. Dengan kurangnya bangsa ini untuk membaca buku, berdampak juga untuk toko buku kecil yang menjual buku-buku bekas dan langka, contohnya toko buku kecil yang berada di Taman Ismail Marzuki bernama Bengkel Deklamasi.

Baru-baru ini tersebar kabar bahwa toko buku tersebut akan digusur dalam waktu dekat ini. Toko buku yang berdiri pada 27 Juli 1996 ini mempunyai banyak kenangan dan sejarah, toko ini didirikan oleh seorang seniman teater Jose Rizal Manua dan diresmikan oleh Direktur Pusat Kesenian Jakarta-Taman Ismail Marzuki Pramana Padmodarmaja. Misi pertama Jose mendirikan toko buku ini adalah membawa minat baca masyarakat Indonesia lebih meningkat dengan adanya toko buku bekas yang menjual buku-buku langka dan tua.

Jose terinspirasi untuk membuat Bengkel Deklamasi dikarnakan saat dia pergi ke NewYork pada tahun 1988 dengan temannya Rendra. Saat itu Jose tinggal sementara di Broadway dan melihat banyak toko buku bekas, dia berfikir bahwa di Indonesia belum ada toko buku bekas maka sepulang dia ke Indonesia dia menemui Gubernur DKI Soerjadi Soedirdja, dan mengusulkan untuk membuka toko buku di pojok Taman Ismail Marzuki.

Hari ini, kabar meluas tentang akan digusurnya toko yang penuh sejarah itu, banyak seniman dan sastrawan atau mahasiswa yang sudah menjadi pelanggan setia toko itu. Dengan banyak tergusurnya toko buku bekas mulai dari Kwitang, hingga sekarang Bengkel Deklamasi, sungguh sangat prihatin. Di era globalisasi yang sangat pesat ini masyarakat membutuhkan informasi yang lebih tidak sekedar dalam media sosial dan kotak digital bernama ponsel yang pintar, masyarakat juga membutuhkan buku untuk tahu informasi yang lebih tajam dan akurat. Memang sudah seharusnya bangsa ini memperbaiki sistem pendidikan untuk adanya imbuhan membaca. Karna dengan membaca buku kita bisa melihat jendela dunia, dan tidak termakan berita yang simpangsiur di media sosial.

Dimana ketika uang berbicara banyak tentang kehidupan, dan nilai-nilai budaya akan ditanggalkan berikut situs-situs untuk bertemunya ruang budaya. Turut berduka akan digusurnya Bengkel Deklamasi, semoga “pembantaian budaya” ini bisa dihentikan dan Bengkel Deklamasi bisa terselamatkan.

Comments

comments

Categories
Kultur
Caesar Damara

yuk check janisproject.com :D

RELATED BY