Penerbitan Buku Juan Rulfo : Pedro Paramo

Pedro Paramo adalah sebuah judul dari karya sastra Juan Rulfo, yang menceritakan seorang anak bernama Juan Preciado yang mencari ayahnya Pedro Paramo demi memenuhi Janji setelah kematian Ibunya Dolores....
Penerbitan Buku Pedro Paramo

Pedro Paramo adalah sebuah judul dari karya sastra Juan Rulfo, yang menceritakan seorang anak bernama Juan Preciado yang mencari ayahnya Pedro Paramo demi memenuhi Janji setelah kematian Ibunya Dolores. Dalam pencarian Juan Preciado mencari Pedro Paramo dia harus pergi ke kota yang bernama Comala, sebuah kota yang tidak seperti dikatakan ibunya. Ternyata, Comala adalah kota mati yang dihantui banyak kenangan.

Tetapi Comala, tidak sepenuhnya mati. Kota itu dipenuhi gumaman dan bisikan, Juan Preciado banyak mendengar kisah Comala dari bisikan dan bayang-bayang antara yang hidup dan mati. Comala adalah kota karangan Juan Rulfo yang digambarkan terletak di perut bumi, tepat di ambang mulut neraka. Konon, ketika orang-orang yang berasal dari sana mati dan masuk neraka, mereka kembali untuk mengambil selimut.

Pada awalnya novel Pedro Paramo disambut dingin oleh para pembaca selama empat tahun, lalu novel ini mendadak meledak dan terkenal. Pedro Paramo telah diterjemahkan lebih dari 30 Bahasa, dan tahun ini Indonesia mendapat hak resmi untuk menerjemahkan novel Pedro Paramo ke dalam Bahasa Indonesia. Sudah sejak lebih dari satu dekade pihak Gramedia Pustaka Utama (GPU) berusaha membeli hak terjemahannya, baru di tahun 2017 ini bisa meluncurkan novel Pedro Paramo. Penerbitan novel ini menjadi pembukaan dalam pameran Xalisco Performative Exhibition: Juan Preciado karya dari seniman Hanafi. Pameran ini adalah salah satu program dari Literature and Ideas Festival (LIFEs) yang diadakan di Komunitas Salihara.

Juan Rulfo terkenal dengan dua novelnya yang tipis tapi melegenda yaitu Pedro Paramo (1955) dan El Liano en Liamas (1953) dengan dua novel ini Juan Rulfo menjadi penulis yang dipandang di dunia. Novel Pedro Paramo adalah bibit dari munculnya genre realisme magis dalam karya sastra, dan menjadi karya penting yang pengaruhi penulis Gabriel Gracia Marquez. Bahkan dia mengatakan “saya baru bisa tidur setelah membaca Pedro Paramo dua kali. Sejak malam luar biasa ketika saya membaca Metamorphosis karya Kafka di asrama mahasiswa yang sederhana di Bogota hampir sepuluh tahun sebelumnya tak pernah lagi saya merasabegitu tergugah”.

Baca juga artikel Mengenalkan Sastra Amerika Latin Lewat LIFEs 2017

Comments

comments

Categories
Event
Caesar Damara

yuk check janisproject.com :D

RELATED BY