Jakarta Biennale 2017: Membahas Persoalan Tentang Jiwa

Jakarta Biennale kali ini membahas sesuatu yang lebih dalam, soal rasa dorong yang ada pada diri manusia, memfokuskan pembahasan dan pendekatan karya pada persoalan-persoalan tentang JIWA.
Jakarta Biennale 2017

Jakarta Biennale mungkin sebagian besar masyarakat Jakarta maupun Indonesia tau festival ini, kususnya para seniman dan pegelut dunia seni rupa. Jakarta Biennale adalah sebuah ajang pameran seni rupa dalam negeri sekaligus luar negeri yang berlangsung dua tahun sekali. Sebuah pameran yang mengajak kita mengenal seni rupa kontemporer dan gagasan tentang intervensi praktik artistik yang dapat ditawarkan oleh para seniman untuk merespon berbagai isu dan persoalan urban di Jakarta.

Jakarta Biennale kali ini membahas sesuatu yang lebih dalam, soal rasa dorong yang ada pada diri manusia, memfokuskan pembahasan dan pendekatan karya pada persoalan-persoalan tentang JIWA. Di tengah hiruk-pikuk Jakarta dan berbagai isu di dalamnya mengenai fanatisme, intoleransi, kegilaan akan kekuasaan dan pertarungan ruang yang esensial dalam hidup dianggap layak untuk diangkat menjadi topik penting.

Melati Suryodarmo seniman pertunjukan yang dipilih untuk menjadi Direktur Artistik Jakarta Biennale mengusulkan tema JIWA tersebut. Melati tidak sendiri, dia dibantu oleh empat kurator dalam dan luar negeri, Annissa Gultom (Jakarta), Hendro Wiyanto (Jakarta), Philippe Pirotte (Frankfurt), dan Vit Havranck (Praha) mereka menerjemahkan tema JIWA dan memilih 51 seniman yang karya-karyanya ditampilkan.

Selain dengan rootsnya memamerkan seni visual, agenda kegiatan Jakarta Biennale kali ini juga diisi dengan beberapa seni pertunjukan yang diselenggarakan setiap hari mulai dari tanggal 4 hingga 14 November mendatang di ketiga lokasi yaitu Gudang Sarinah Ekosistem, Museum Sejarah Jakarta (Fatahilah), dan Meseum Seni Rupa dan Keramik di kota tua Jakarta, Jakarta Barat. Selain seni pertunjukan, Jakarta Biennale juga mengadakan sesi bincang-bincang dengan beberapa seniman serta simposium yang diadakan selama dua hari pada 13 dan 14 November 2017 di Institut Francais d’Indonesie (IFI) Jakarta.

Comments

comments

Categories
Event
Caesar Damara

yuk check janisproject.com :D

RELATED BY